Sistem Jaringan
CDMA 2000 1x EVDO
(Tugas Matakuliah Komunikasi Data)
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Kelompok 3
Program Studi S1
Teknik Informatika & Komputer
STMIK BUDIDARMA MEDAN
2014
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum wr,wb.
Dengan mengucapkan puji dan syukur
kehadirat Allah SWT yang telah memberi kesehatan, kekuatan, dan juga
melimpahkan Rahmat- nya kepada penulis sehingga penulis telah dapat
menyelesaikan tugas Komunikasi Data yang berjudul “CDMA2000 1x EVDO”, Shalawat
beserta salam penulis do’a kan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan salam
kepada Rasulullah SAW, pun kepada keluarga serta sahabat beliau.
Tugas ini merupakan salah satu syarat untuk
memenuhi amanah yang telah ditetapkan oleh Dosen Pembimbing mata kuliah
Komunikasi Data. Atas bantuan yang penulis peroleh selama praktikan dan juga
selama penulis menyelesaikan tugas ini dari awal sampai akhir, maka pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Keluarga terutama Ayah dan Ibu yang tersayang,
2.
Dosen Pembimbing Mata Kuliah Komunikasi
Data,
3.
Serta teman- teman seangkatan yang telah
membantu kelancaran dalam pembuatan laporan praktikan Komunikasi Data.
Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang konstruktif, agar dapat menjadi pelajaran bagi penulis dan juga demi
kesempurnaan pada masa- masa yang akan datang. Semoga makalah Komunikasi Data
ini bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamu’alaikum
wr,wb.
Medan, 16 – 1 – 2014
Kelompok 3
TI-M 1210
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pesatnya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi saat ini dapat dilihat dari banyak lahirnya berbagai
penemuan teknologi baru yang lebih canggih dalam waktu yang relatif singkat.
Inovasi tersebut terjadi untuk memperbaiki sesuatu yang sudah ada maupun
menciptakan sesuatu yang baru. Sejalan dengan kemajuan jaman yang sangat
pesat saat ini, teknologi telekomunikasi seluler atau biasa disebut Mobile
communication (komunikasi bergerak) banyak diminati oleh masyarakat. Hal
ini terlihat pula dalam perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi
yang berkembang pesat teknologinya dan layanan komunikasi bergerak di dunia
(mobile evolution). Salah satunya adalah CDMA (Code Division Multiple Access).
Awalnya CDMA digunakan oleh
kalangan militer karena kebal terhadap gangguan (anti jamming) dan bebas
penyadapan (anti- intercept). Pada tahun 1989 Qualcomm, sebuah vendor telekomunikasi Amerika Serikat,
memperkenalkan teknologi ini untuk kepentingan sipil, tiga bulan setelah
Celluler Telecommunications Industry Association (CTIA) atau asosiasi
industri telekomunikasi seluler di Amerika Serikat berusaha mencari suatu
sistem seluler baru untuk mengantisipasi peningkatan jumlah
pelanggan seluler. Standar CDMA yang pertama adalah TIA/ EIA IS-95
(Telecommunications Industry Association/ Electronic Industries Association
Interim Standard-95) atau lebih dikenal dengan IS-95A. Karena dirasa
masih kurang mengakomodasi layanan data maka IS-95A dikembangkan lagi menjadi
IS-95B (CDMAOne) yang mampu melewatkan
data hingga 64 kbps atau setara generasi seluler kedua (2G) pada GSM.
Teknologi CDMA semakin matang
dengan dirampungkannya standar CDMA2000-1x
pada bulan Maret 2000. Standar ini berhasil meningkatkan kapasitas suara
dua kali lipat dan mampu mentransfer data berkecepatan tinggi (144 kbps)
sehingga CDMA mulai diperhitungkan sebagai pesaing GSM yang lebih dulu mapan.
Evolusi CDMA berlanjut dengan hadirnya CDMA2000 1xEV-DO (Evolution Data
Optimized) dan CDMA2000 1xEV-DV (Evolution Data Voice). Kedua standar ini
menjawab kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi karena sanggup melesat
hingga 2,4 Mbps (EV-DO) dan bahkan 3,09 Mbps (EV-DV).
Peluang untuk menjadikan CDMA
sebagai solusi teknologi nirkabel masa depan semakin terbuka setelah
International Telecommunication Union (ITU) memilih teknologi ini sebagai
platform teknologi seluler generasi ketiga (3G).
CDMA2000-1x merupakan sistem
telekomunikasi nirkabel yang mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan
teknologi seluler lainnya. Teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan
komunikasi masa depan. Selain kebal gangguan dan anti penyadapan, kualitas
suara yang dimiliknya lebih jernih serta aman bagi kesehatan karena
radiasi gelombang radio yang dipancarkan relatif lebih rendah dibandingkan GSM.
BAB II
PEMBAHASAN
B. Arsitektur
Jaringan dari CDMA 1X EVDO
CDMA2000- 1X EV-DO ( Data Only )/ (Data Optimized ) Merupakan
teknologi yang didukung oleh komunitas CDMA
AmerikaUtara, dipimpin oleh
CDMA Development Group (CDG). CDMA2000-1X EV (Evolution) dan CDMA2000-1X EV-DO ini merupakan pengembangan dari teknologi
CDMA2000 1x Release 0/ RTT atau CDMA2000 (2.5G). Pada awalnya CDMA2000
1xEV-DO (Rev. 0) hanya bisa mengirim data sampai 2,4Mbps, tetapi kemudian
berkembang sehingga CDMA2000 1xEV-DO (data only) yang dibagi menjadi 3
berdasarkan kecepatan transfer datanya, yaitu :
a. CDMA2000
1xEV-DO Revisi A (T-1 speeds) bisa mengirimkan data sampai 2,45
Mbps sampai 3.1 Mbps dan mendukung aplikasi seperti konferensi video.
b. CDMA2000 1xEV-DO Revisi B ini mampu
melakukan transmisi datamaksimal sampai 73,5
Mbps. Varian lainnya adalah CDMA20001xEV-DV
yang mengintegrasikan layanan suara dan layananmultimedia data paket
berkecepatan tinggi secara simultan padakecepatan
sampai 3,09 Mbps namun keduannya umumnya hanyamempunyai kecepatan
transfer pada 300 Kbps.
c. CDMA2000
1xEV-DO Revisi C dikenal dengan nama UMB (Ultra Mobile Broadband ) dapat mendukung
kecepatan data hingga 280 Mbps pada kondisi puncak (275 Mbps downstream dan 75
Mbps upstream) sehingga dapat dikategorikan
ke dalam 4G (Fourth- Generation), dapat melayani layanan IP based Voice (VOIP),
multimedia, broadband, Teknologi informasi, entertainment dan jasa elekronik
komersial juga mendukung penuh jaringan jasa wireless pada
lingkungan mobile sehingga tidak beda dengan jaringan Wi- Fi, WiMAX, UWB, dll.
C. Cara Kerja Masing- masing Protokol
• Mobile
Station (MS)
Mempunyai
fungsi utama untuk membentuk, memelihara hubungan (voice dan data) dengan jaringan. MS membentuk hubungan denganmeminta kanal radio dari AN. Setelah hubungan
terbentuk MS bertanggung jawab untuk menjaga kanal radio tersebut
dan melakukan buffer paket jika kanal radio sedang tidak tersedia. MS
biasanya mendukungenkripsi dan protokol seperti Mobile IP dan Simple IP.
• BTS (Base
Transceiver Station)
Berfungsi
sebagai antar muka yang menghubungkan antara MSC dengan pelanggan dan
bertanggung jawab untuk mengalokasikan daya yangdigunakan oleh pelanggan. BTS terdiri dari perangkat radio yangdigunakan
untuk mengirim dan menerima sinyal CDM. Mengontrol aspek-aspek dalam system yang berhubungan performasi
jaringan. BTSmengontrol forward power (dialokasikan untuk traffic
overhead dan softhandoff) dan penggunaan kode Walsh.
• BSC ( Base
Station Controller )
Bertanggung jawab mengontrol semua BTS
yang ada di daerah cakupannya, mengatur rute paket data dari BTS ke PDSN (Packet DataService Node) atau sebaliknya.
• Radio Network (RN)
Terdiri
dari dua komponen yaitu Packet Control Function (PCF) dan Radio Resources Control
(RRC). Fungsi utama PCF adalah untuk membentuk, memelihara
dan membubarkan hubungan dengan PDSN. PCF
berkomunikasi dengan RRC untuk meminta dan mengatur kanal radio untuk
menyampaikan paket dari dan ke MS. PCF juga bertanggung jawab mengumpulkan
informasi akunting dan meneruskannya ke PDSN.
• Packet Data Serving Node (PDSN)
PDSN
melakukan bermacam-macam fungsi. Fungsi utamanya melakukan routing paket
jaringan ke IP atau HA. PDSN memberikan alamatIP dinamik dan menjaga sesi
Point-To-Point
Protocol (PPP) ke MS. PDSN memulai otentikasi, otorisasi dan akunting ke
AAA untuk sesi paket data.Sebagai balasannya PDSN menerima parameter-parameter
profil pelanggan yang berisi jenis-jenis layanan dan keamanan.
• Home Agent
(HA)
HA berperan dalam implementasi protokol
Mobile IP dengan meneruskan paket- paket ke PDSN dan sebaliknya. HA menyediakan
keamanan dengan melakukan otentikasi MS melalui pendaftaran Mobile IP. HA juga menjaga hubungan dengan
AAA untuk menerima informasi tentang pelanggan.
• MSC (
Mobile Switching Center )
Sering
juga disebut interface antara BSC. BSC dengan public voice ( PSTN ) dan
jaringan
data ( ISDN ) melalui gateway MSC ( G-MSC ).
•
Authentication, Authorization and Accounting (AAA)
AAA
mempunyai peran yang berbeda- beda tergantung pada tipe jaringan dimana dia terhubung. Jika AAA server terhubung ke
service provider network, fungsi utamanya adalah melewatkan
permintaan otentikasi dari PDSN ke Home IP
network, dan mengotorisasi respon dari home IP network ke PDSN. AAA juga menyimpan informasi akunting dari MS danmenyediakan
profil pelanggan dan informasi QoS bagi PDSN. Jika AAA server terhubung ke home
IP network, dia melakukan otentikasi dan otorisasi bagi MS berdasarkan
permintaan dari AAA lokal. Jika AAA terhubung ke broker network, dia
meneruskan permintaan dan respon antara service
provider network dan home IP network
yang tidak mempunyai hubungan bilateral.
• HLR (Home
Local Register)
Berfungsi
untuk meyimpan seluruh data pelanggan misalnya IMSI, data lokasi user,
Shared
Secret Data (SSD) semua user, dan informasi lain yang spesifik bagi tiap user
Pusat autentifikasi (AuC) Pusat penyimpanan untuk Electronic Serial
Number (ESN) tiap user teregistrasi.
• Router
Berfungsi
untuk merutekan paket data ke dan dari berbagai macamelemen jaringan CDMA2000. Router
bertanggung jawab untuk mengirimdan menerima
paket jaringan internal atau sebaliknya. Untuk menjaminkeamanan ketika berhubungan dengan aplikasi data kejaringan
luar, makadiperlukan fire wall.
D. Teknik
Pengkodean
Untuk menandai user yang memakai spektrum
frekuensi yang sama, CDMA menggunakan kode yang unik yaitu PRCS (Pseudo-Random
Code Sequence) Berbeda dengan FDMA (frequency DivisionMultiple Access) dan TDMA
(Time Division Multiple Access), maka CDMA menggunakan waktu dan Frequency yang
sama dalam akses untuk masing-masing user. Penggunaan frekuensi dan waktu yang
sama menyebabkan CDMA rentan terhadap interferensi. Semakin besar interferensi
yang terjadi maka kapasitas CDMA semakin kecil. CDMA membawa manfaat yang besar
dan berada diatas teknologi serupa yang lain untuk saat ini.
CDMA
menawarkan kapasitas jaringan yang terbesar untuk melayani lebih banyak pelanggan
dengan biaya infrastrukstur yang sama. CDMA menawarkan kecepatan transmisi data
paling tinggi diantara yang lain. Setiap user/pemakai di assign dengan bilangan
biner yang dinamakan Direct Sequence code (DCS) ketika terjadi panggilan. DCS
adalah signal yang dibangkitkan oleh linier Modulation dengan wideband Pseudorandom
Noise (PN) sequence, sehingga Direct Sequence CDMA menggunakan widersignal dari
pada FDMA maupun TDMA. Wideband signal berfungsi untuk mengurangi interference
dan dapat melakukan frekuensi reuse antar cell berlangsung bardampingan.
Seluruh pengguna ada bersama-sama dalam range spektrum radio frekuensi.
Kode-kode dibagi pada MS dan BS yang disebut Pseudorandom Noise (PN) sequence. Masing-
masing kode/pemakai adalah layer dan secara simultan ditransmisikan ke seluruh carrier.
Keunikan
dari CDMA adalah jumlah phone call yang dapat dihandle oleh carrier terbatas dan
jumlahnya tidak pasti. Kanal trafik dibuat dengan penentuan masing-masing
pengguna kode dengan carrier. Proses CDMA Teknik CDMA pada awalnya disebut
dengan CDMA One yang merupakan teknologi generasi kedua (2G). Versi revisinya
IS-95 yang menjadi basis sistem komersial CDMA 2G seluruh dunia. Dengan
kecepatan koneksi 14,4 kbps. Kemudian CDMA merevisi stándar menjadiIS-95B.
sistem CDMA 2,5 G ini menawarkan kecepatan 64 kbps.
Pada
CDMA2000 1X bisa memiliki kapasitas suara dua kali lipat pada jaringan CDMAOne dan
mengalirkan kecepatan data maksimal 307 kbps untuk keadaan bergerak.Sedangkan
CDMA2000 1X EV sendiri meliputi CDMA2000 1X EV-DO (data only) yang
bisamengirimkan data sampai 2,4 Mbps dan mendukung aplikasi seperti konferensi
video.Varian lainnya adalah CDMA2000 1X EV-DV yang mengintegrasikan voice dan
layananmultimedia data paket berkecepatan tinggi secara simultan pada kecepatan
3,09 Mbps. Kemajuan yang dicapai CDMA tampaknya juga berkaitan dengan harapan
dari International Telecommunication Union (ITU). Lembaga yang bekerja dengan
badan-badan industri seluruh dunia menentukan standar dan kebutuhan teknis yang
diperuntukkan bagi sistem 3G melalui program IMT-2000 (International Mobile
Telecommunication-2000) yang merupakan standar telekomunikasi 3G.
E. Metode Pengamanan Informasi
Sistem yang kita pertimbangkan
untuk digunakan di Indonesia adalah jaringan CDMA20001x EVDO. Jaringan ini
memiliki data rate yang cukup dan mampu menangani
koneksi paket data. Layanan suara (voice) dan data call dapat dilakukan secara serentak. Fixed
Wireless dan koneksi internet dapat disediakan pula. Contoh vendor hardware dari konfigurasi ini adalah Huawei, dengan
mempertimbangkan biaya produk yang rendah dan kinerja yang baik.
Untuk perkembangan di daerah pedesaan,
disadari bahwa tidak ada bangunan tinggi layaknya di daerah perkotaan, dan coverage merupakan prioritas utama. Frekuensi 450 MHz lebih
pantas digunakan sejak tawaran coverage yang lebih dan
konsumsi daya yang rendah. Meskipun faktanya sinyal frekuensi rendah lebih
rentan terhadap gangguan, kita dapat asumsikan bahwa di daerah pedesaan tidak
banyak sinyal yang menghasilkan gangguan antara satu dengan lainnya seperti
kasus di daerah perkotaan dimana udara dipadati dengan sinyal dari banyak
jaringan dan peralatan. Oleh karena itu, jumlah BTS dapat dikurangi dan biaya
investasi dapat dikurangi secara signifikan.
Konsep dari CDMA2000 ini adalah
dengan menggunakan kode-kode berkorelasi, yaitu walsh code untuk
sistem multiple access-nya atau untuk membedakan satu subscriber dengan subscriber lain.
Proses pengiriman dan penerimaan informasi pada CDMA2000 dilakukan dengan cara
informasi yang akan dikirim (misalkan, suara kita) akan diubah menjadi sinyal digital melalui encoder dan kemudian
disebar (spreading) sepanjang bandwidth dari
kanal CDMA2000 dengan menggunakan walsh code.
Hal ini bertujuan agar informasi
yang dikirim masih dapat dikenali apabila sebagian dari sinyal tersebut ada
yang rusak, misalnya karena terkena pantulan dari gedung, jamming,
dan sebagainya. Selama pengirimannya, informasi awal yang telah dikodekan ini
akan tercampur dengan derau dasar, interferensi dari luar, interferensi dari
sel lain, dan interferensi dari pemakai lain sehingga informasi awal tersebut
menjadi sinyal campuran. Selain menggunakan walsh code untuk
multiple access-nya, CDMA2000 juga menggunakan frequency division multiple access (FDMA) untuk meningkatkan
jumlah kapasitas pemakainya dalam suatu sel. Teknologi CDMA2000 ini menggunakan
pita lebar (bandwidth) mulai dari 1.25 MHz sampai 15
Mhz dan mempunyai alokasi pada frekuensi 450 MHz, 800 MHz (cellular
band), 1.700 MHz, 1.900 (PCS Band), atau 2.1 GHz
yang sangat tergantung dari regulasi tiap-tiap negara.
Kelebihan lain dari teknologi CDMA2000
ini adalah pemakaian power yang selalu diatur seminimum
mungkin, yaitu dengan menggunakan power control yang
memungkinkan pengaturan daya yang dipancarkan oleh handset setiap
1.25 ms sehingga mempunyai efek positif bagi kesehatan pemakainya dan tingkat
interferensi juga dapat ditekan seminimum mungkin. Ditinjau dari keamanan
datanya, CDMA2000 juga mempunyai tingkat keamanan yang baik, yaitu menggunakan
proses enkripsi yang berlapis sehingga tidak mudah disadap. Untuk berpindah
dari satu sel ke sel lain (handoff), base
station CDMA2000 menggunakan bantuan satelit GPS (Global
Positioning System) untuk proses sinkronisasi antar sel sehingga
memungkinkan pengguna menggunakan telepon selama perjalanan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan mengenai CDMA 1x EVDO dapat
diperoleh kesimpulan :
• CDMA 1x EVDO
menawarkan kapasitas jaringan yang terbesar untuk melayani lebih banyak
pelanggan dengan biaya infrastrukstur yang sama,serta memiliki kecepatan
transmisi data paling tinggi diantara yang lain.
• CDMA 1x EVDO
memiliki beberapa revisi, yaitu CDMA 1x EVDORev.0, CDMA 1x EVDO Rev.A, CDMA 1x
EVDO Rev.B, dan CDMA 1xEVDO Rev.C.
• Arsitektur
jaringan dari CDMA 1x EVDO terdiri dari MS, BTS, BSC,RN, PDSN, HA, AAA, MSC,
HLR, dan router
• Teknologi seluler berbasis CDMA memiliki prospek
yang baik untuk dikembangkan di
Indonesia khususnya di daerah dengan kondisi geografis yang sulit.
Saran
Pada tahapan ini dilakukan pengambilan
kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dari perancangan jaringan
yang telah dilakukan dan pemberian saran yang dimaksudkan kepada pembaca yang
akan melakukan studi lanjutan mengenai skripsi ini ataupun sebagai bahan
pendukung dari penelitian-penelitian selanjutnya.